Workshop JIP SMA 2009 Jawa Tengah

Mulai hari Senin, 5 Oktober 2009 para peserta workshop berdatangan dari penjuru Jawa Tengah untuk mengikuti kegiatan ini sampai tanggal 8 Oktober 2009. Meskipun sempat tersendat-sendat pelaksanaan kegiatan ini, tetapi kegiatan ini relatif lancar.

Materi yang diberikan antara lain : Kebijakan Pemerintah, Pengantar Internet, Pengantar Jaringan, dan Blogging.

Peserta antusias meskipun koneksitas internetnya terbata-bata, namun tetap berusaha untuk mengikuti kegiatan dengan seksama. Meskipun mendapat ruang kamar paling pojok, namun tidak ada seorangpun yang terlambat kecuali yang datang belakangan.

Semoga apa yang kita dapat di LPMP 5-8 Oktober ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Amien

Posted in Informasi

Tahukah Anda tentang Pemilu 2009

Tidak lama lagi Pemilihan Umum 2009 akan segera digelar, 34 Partai Politik sudah siap bertarung untuk mendapatkan hati rakyat Indonesia memperebutkan kursi legislatif di DPR. Setelah itu dilanjutkan dengan Pemilu kembali untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk masa bakti 2009-2014.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebuah lembaga independen pemerintah telah menetapkan tanggal 9 April 2009 adalah hari Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009 untuk pemungutan suara bagi warna negara Indonesia yang telah terdaftar dan memiliki hak pilih. Awalnya KPU menetapkan tanggal 5 April 2009 sebagai hari pemungutan suara, namun diubah dengan pertimbangan dari Presiden, Mendagri dan MK.

Saat ini beberapa agenda pelaksanaan Pemilu 2009 ada yang telah dilakukan diantaranya adalah:

  • Penetapan Partai Politik peserta pemilu pada bulan Juli 2008 lalu
  • Pengundian nomor urut parpol peserta pemilu juga pada bulan Juli 2008 yang lalu.

Adapun Parpol peserta pemilu 2009 berjumlah 34, dimana 16 partai politik lama dan 18 partai politik baru yang telah lolos seleksi. Berikut daftarnya dan sekaligus nomor urut partai peserta.

  1. Partai Hati Nurani Rakyat (baru)
  2. Partai Karya Peduli Bangsa
  3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (baru)
  4. Partai Peduli Rakyat Nasional (baru)
  5. Partai Gerakan Indonesia Raya (baru)
  6. Partai Barisan Nasional (baru)
  7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
  8. Partai Keadilan Sejahtera
  9. Partai Amanat Nasional
  10. Partai Perjuangan Indonesia Baru (baru)
  11. Partai Kedaulatan (baru)
  12. Partai Persatuan Daerah (baru)
  13. Partai Kebangkitan Bangsa
  14. Partai Pemuda Indonesia (baru)
  15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  16. Partai Demokrasi Pembaruan (baru)
  17. Partai Karya Perjuangan (baru)
  18. Partai Matahari Bangsa (baru)
  19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  20. Partai Demokrasi Kebangsaan
  21. Partai Republik Nusantara (baru)
  22. Partai Pelopor
  23. Partai Golongan Karya
  24. Partai Persatuan Pembangunan
  25. Partai Damai Sejahtera
  26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (baru)
  27. Partai Bulan Bintang
  28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  29. Partai Bintang Reformasi
  30. Partai Patriot (baru)
  31. Partai Demokrat
  32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (baru)
  33. Partai Indonesia Sejahtera (baru)
  34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (baru)

Apabila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai partai peserta Pemilu 2009 di atas bisa mengunjungi halaman website yang telah mereka buat atau bisa juga lihat pada halaman di website KPU.

Masa kampanye partai-partai di atas telah ditetapkan dan lebih panjang masanya dari pada Pemilu 2004 lalu, yaitu selama 9 bulan 7 hari. Tentunya yang paling hangat dan ditunggu-tunggu adalah kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden yang tentunya akan sangat ramai untuk dibicarakan bahkan beberapa calon sudah ada yang berkampanye. Siapa saja calon yang mungkin akan dicalonkan dan mencalonkan dirinya sebagai Presiden? silakan baca tulisan saya sebelumnya.

Kita semua berharap pelaksanaan Pemilu akan semakin baik jauh dari kecurangan, kekerasan dan dilakukan dengan damai dan aman. Sangat diharapkan semua rakyat Indonesia yang merasa memiliki hak pilih untuk dapat menggunakannya secara bijak dan dengan besar hati mengakui keabsahan dari pelaksanaan Pemilu 2009 nanti karena pada intinya ini adalah proses demokrasi bangsa untuk menuju kesejahteraan masyarakat banyak dan untuk kita semua. Hidup Indonesia!.

Posted in Informasi | Tinggalkan komentar

RPP PKn Kelas X Bab 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran        : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas                : X [sepuluh]
Semester            : I [satu]
Pertemuan             : ke-1
Alokasi Waktu        : 2 x 45 menit

A.    Standar Kompetensi :
1.    Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
B.    Kompetensi dasar :
1.1.    Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
C.    Indikator :
?    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
?    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur     terbentuknya bangsa
?    Menguraikan  pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara

D.    Materi Pokok :
?    Bangsa dan negara
?    Manusia sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial
?    Pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
?    Pengertian Negara dan Unsur-unsur terbentuknya Negara

E.    Pendekatan :
?    Dilihat dari proses (Siswa aktif)
?    Dilihat dari materi (Contextual Teaching and Learning (CTL)

F.    Strategi :
?    Pembelajaran dengan kerjasama kelompok     (cooperatif learning)

G.    Metode :
?    Investigasi kelompok (group investigation ) dan pencapaian konsep  dengan proses sebagai berikut:
?    Pemberian tugas kelompok
?    Diskusi kelompok
H.    Langkah-langkah :

?    Kegiatan Awal (10’)
?    Guru menginformasikan K.D., indikator dan deskripsi metode belajar yang akan diterapkan
?    Siswa menanggapi permasalahan / wacana / gambar / lagu yang telah disiapkan guru,  berhubungan dengan materi yang akan dipelajari
?    pretes untuk penjajagan

?    Kegiatan Inti  (60’)
?    Siswa duduk menurut kelompoknya (sebelumnya sudah disusun–misalnya 5 kelompok–dengan anggota tetap, pada setiap kelompok memiliki komposisi heterogen)
?    Masing-masing kelompok menerima tugas dari guru dengan materi yang berbeda-beda.
?    Diskusi kelompok
?    Presentasi kelompok, secara berturut-turut dari kelompok yang mendapat materi pertama hingga kelima, kelompok lain menanggapi hingga selesai
?    Guru memberi pengarahan/penguatan/arahan jika diperlukan pada akhir setiap presentasi

?    Penutup (20’)
?    Siswa diajak untuk menyimpulkan hasil belajar (sesuai indicator)
?    Refleksi dikaitkan kehidupan nyata (misal: diajak berdiri di tempat, pejam mata, tanya pada hati apa yang akan dilakukan)
?    Postest
?    Tugas

I.    Sumber dan Media Belajar
?    Sumber Belajar : (segala sumber yang dapat digunakan siswa agar terjadi perilaku belajar? pesan, orang, bahan, alat, teknik/prosedur, dan latar)
?    Buku :
•    Darji Darmo-diharjo, (1990), Pendidiikan Pancasila di Perguruan Tinggi, Malang: Penerbit IKIP Malang
•    Budiyanto,(1999) Tata negara untuk SMA, Jakarta  Penerbit Erlangga
•    Tim Penyusun, Pendidikan Kewarganegaraan X, Cempaka Putih (2006)
?    Surat kabar, hasil wawancara bebas, atau sumber lain yang tersedia

?    Media Belajar: (segala sesuatu yang direncanakan dan digunakan untuk mengirim pesan kepada penerima pesan secara efektif shg memiliki daya retensi tinggi)
?    Charta (sesuai analisis media yang telah dilakukan, maka ditentukan gambar peristiwa Sumpah Pemuda 1928 beserta keterangannya)
?    Kartu lotre berisi  permasalahan (5 buah? 5 masalah untuk 5 kelompok)

J.    Penilaian
1.    Nontes berupa lembar penilaian observasi perilaku siswa dalam pelaksanaan diskusi (lampiran I)
2.    Tes

Mengetahui                        Salatiga,     Juli 2007
Kepala sekolah                        Guru Mata Pelajaran,

Drs. Purwanto                        Masnun Suaedi, S Pd
NIP. 131276172                        NIP. 132191731

Lampiran I: Lembar Observasi

Mata Pelajaran       : Pend. Kewarganegaraan        Semeter/TP    : Ganjil /
Pertemuan ke-    : 1 (satu)                SK / K.D. ke    : 1  /  1.1
Tanggal           : ……………………            Kelas/Prog     : X

Catatan selama KBM:
……………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….

Keterangan:
Nilai  pengamatan maksimum = 3
Nilai pengamatan ;  3 = sering ;   2 = kadang-kadang;   1 = Tidak pernah
Nilai akhir = (skor perolehan / skor maksimum) x 100
Nilai akhir (sebutan) berdasarkan pada skala berikut:
81 – 100   = A
61 –   80   = B
41 –   60   = C
21 –   40   = D
0  –   20   = E

Salatiga, ……………………….
Guru Mata Pelajaran

Masnun Suaedi, S.Pd
NIP. 132191731
——————————————————————————————————————-

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran        : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas                : X [sepuluh]
Semester            : I [satu]
Pertemuan             : ke-2
Alokasi Waktu        : 2 x 45 menit

A.    Standar Kompetensi :
1.    Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
B.    Kompetensi dasar :
1.2.    Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
C.    Indikator :
?    Menganalisis pengertian negara
?    Mendeskripsikan asal mula terjadinya negara
?    Menguraikan pentingnya pengakuan oleh negara lain bagi suatu negara
?    Membandingkan bentuk-bentuk kenegaraan

D.    Materi Pokok :
?    Negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
?    Hakikat negara
?    Asal mula terjadinya negara
?    Pentingnya pengakuan oleh negara lain bagi suatu negara
?    Bentuk-bentuk kenegaraan

E.    Pendekatan :
?    Dilihat dari proses (Siswa aktif)
?    Dilihat dari materi (Contextual Teaching and Learning (CTL)

F.    Strategi :
?    Pembelajaran dengan kerjasama kelompok     (cooperatif learning)

G.    Metode :
?    Investigasi (investigation ) dan pencapaian konsep  dengan proses sebagai berikut:
?    Pemberian tugas individu

H.    Langkah-langkah :

?    Kegiatan Awal (10’)
?    Guru menginformasikan K.D., indikator dan deskripsi metode belajar yang akan diterapkan
?    Siswa menanggapi wacana yang telah disiapkan guru,  berhubungan dengan materi yang akan dipelajari
?    pretes untuk penjajagan

?    Kegiatan Inti  (60’)
?    Masing-masing siswa menerima tugas dari guru dengan materi yang berbeda-beda.
?    Pembuatan tugas individu
?    Guru memberi pengarahan/penguatan/arahan jika diperlukan pada akhir setiap presentasi

?    Penutup (20’)
?    Siswa diajak untuk menyimpulkan hasil belajar (sesuai indicator)
?    Refleksi dikaitkan kehidupan nyata (misal: diajak berdiri di tempat, pejam mata, tanya pada hati apa yang akan dilakukan untuk memperkuat semangat berbangsa dan bernegara)
?    Postest
?    Tugas

I.    Sumber dan Media Belajar
?    Sumber Belajar : (segala sumber yang dapat digunakan siswa agar terjadi perilaku belajar? pesan, orang, bahan, alat, teknik/prosedur, dan latar)
?    Buku :
•    Darji Darmo-diharjo, (1990), Pendidiikan Pancasila di Perguruan Tinggi, Malang: Penerbit IKIP Malang
•    Budiyanto,(1999) Tata negara untuk SMA, Jakarta  Penerbit Erlangga
•    Tim Penyusun, Pendidikan Kewarganegaraan X, Cempaka Putih (2006)
•    Musthafa kamal Pasha, B.Ed (2002), Pendidikan Kewarganegaraan (Civics Education), Yogyakarta, Citra Karsa Mandiri
•    Ringkasan materi kewarganegaraan [untuk kalangan sendiri]
?    Internet

?    Media Belajar: (segala sesuatu yang direncanakan dan digunakan untuk mengirim pesan kepada penerima pesan secara efektif shg memiliki daya retensi tinggi)
?    Proses terjadinya negara
?    Informasi tentang bentuk-bentuk kenegaraan

J.    Penilaian
1.    Nontes berupa lembar penilaian observasi perilaku siswa dalam pelaksanaan diskusi (lampiran I)
2.    Tes

Mengetahui                        Salatiga,     Juli 2007
Kepala sekolah                        Guru Mata Pelajaran,

Drs. Purwanto                        Masnun Suaedi, S Pd
NIP. 131276172                        NIP. 132191731

Lampiran I: Lembar Observasi

Mata Pelajaran       : Pend. Kewarganegaraan        Semeter/TP    : Ganjil /
Pertemuan ke-    : 2 (dua)                SK / K.D. ke    : 1  /  1.2
Tanggal           : ……………………            Kelas/Prog     : X

Catatan selama KBM:
……………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….

Keterangan:
Nilai  pengamatan maksimum = 3
Nilai pengamatan ;  3 = sering ;   2 = kadang-kadang;   1 = Tidak pernah
Nilai akhir = (skor perolehan / skor maksimum) x 100
Nilai akhir (sebutan) berdasarkan pada skala berikut:
81 – 100   = A
61 –   80   = B
41 –   60   = C
21 –   40   = D
0  –   20   = E

Salatiga, ……………………….
Guru Mata Pelajaran

Masnun Suaedi, S.Pd
NIP. 132191731
——————————————————————————————————————-

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran        : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas                : X [sepuluh]
Semester            : I [satu]
Pertemuan             : ke-3
Alokasi Waktu        : 2 x 45 menit

A.    Standar Kompetensi :
1.    Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
B.    Kompetensi dasar :
1.3.    Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI
C.    Indikator :
?    Menguraikan pengertian dan fungsi negara
?    Membandingkan berbagai teori tentang fungsi dan tujuan negara
?    Mendeskripsikan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

D.    Materi Pokok :
?    Negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
?    Pengertian dan fungsi negara
?    Teori tentang fungsi dan tujuan negara
?    Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

E.    Pendekatan :
?    Dilihat dari proses (Siswa aktif)
?    Dilihat dari materi (Contextual Teaching and Learning (CTL)

F.    Strategi :
?    Pembelajaran dengan kerjasama kelompok     (cooperatif learning)

G.    Metode :
?    Investigasi kelompok (group investigation ) dan pencapaian konsep  dengan proses sebagai berikut:
?    Pemberian tugas kelompok
?    Diskusi kelompok
H.    Langkah-langkah :

?    Kegiatan Awal (10’)
?    Guru menginformasikan K.D., indikator dan deskripsi metode belajar yang akan diterapkan
?    Siswa menanggapi wacana yang telah disiapkan guru,  berhubungan dengan materi yang akan dipelajari
?    pretes untuk penjajagan

?    Kegiatan Inti  (60’)
?    Siswa duduk menurut kelompoknya (sebelumnya sudah disusun–misalnya 5 kelompok–dengan anggota tetap, pada setiap kelompok memiliki komposisi heterogen)
?    Masing-masing kelompok menerima tugas dari guru dengan materi yang berbeda-beda.
?    Diskusi kelompok
?    Presentasi kelompok, secara berturut-turut dari kelompok yang mendapat materi pertama hingga kelima, kelompok lain menanggapi hingga selesai
?    Guru memberi pengarahan/penguatan/arahan jika diperlukan pada akhir setiap presentasi

?    Penutup (20’)
?    Siswa diajak untuk menyimpulkan hasil belajar (sesuai indicator)
?    Refleksi dikaitkan kehidupan nyata (misal: diajak berdiri di tempat, pejam mata, tanya pada hati apa yang akan dilakukan untuk memperkuat semangat berbangsa dan bernegara)
?    Postest
?    Tugas

I.    Sumber dan Media Belajar
?    Sumber Belajar : (segala sumber yang dapat digunakan siswa agar terjadi perilaku belajar? pesan, orang, bahan, alat, teknik/prosedur, dan latar)
?    Buku :
•    Darji Darmo-diharjo, (1990), Pendidiikan Pancasila di Perguruan Tinggi, Malang: Penerbit IKIP Malang
•    Budiyanto,(1999) Tata negara untuk SMA, Jakarta  Penerbit Erlangga
•    Tim Penyusun, Pendidikan Kewarganegaraan X, Cempaka Putih (2006)
•    Idrus Affandi, (1997), Tata Negara, Jakarta, Depdikbud – Balai Pustaka
•    Ringkasan materi kewarganegaraan [untuk kalangan sendiri]
?    Surat kabar, hasil wawancara bebas, atau sumber lain yang tersedia
?    Internet

?    Media Belajar: (segala sesuatu yang direncanakan dan digunakan untuk mengirim pesan kepada penerima pesan secara efektif shg memiliki daya retensi tinggi)
?    Proses terjadinya negara
?    Informasi tentang bentuk-bentuk kenegaraan

J.    Penilaian
1.    Nontes berupa lembar penilaian observasi perilaku siswa dalam pelaksanaan diskusi (lampiran I)
2.    Tes

Mengetahui                        Salatiga,     Juli 2007
Kepala sekolah                        Guru Mata Pelajaran,

Drs. Purwanto                        Masnun Suaedi, S Pd
NIP. 131276172                        NIP. 132191731

Lampiran I: Lembar Observasi

Mata Pelajaran       : Pend. Kewarganegaraan        Semeter/TP    : Ganjil /
Pertemuan ke-    : 3 (tiga)                SK / K.D. ke    : 1  /  1.3
Tanggal           : ……………………            Kelas/Prog     : X

Catatan selama KBM:
……………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….

Keterangan:
Nilai  pengamatan maksimum = 3
Nilai pengamatan ;  3 = sering ;   2 = kadang-kadang;   1 = Tidak pernah
Nilai akhir = (skor perolehan / skor maksimum) x 100
Nilai akhir (sebutan) berdasarkan pada skala berikut:
81 – 100   = A
61 –   80   = B
41 –   60   = C
21 –   40   = D
0  –   20   = E

Salatiga, ……………………….
Guru Mata Pelajaran

Masnun Suaedi, S.Pd
NIP. 132191731

——————————————————————————————————————-

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran        : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas                : X [sepuluh]
Semester            : I [satu]
Pertemuan             : ke-4
Alokasi Waktu        : 2 x 45 menit

A.    Standar Kompetensi :
1.    Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
B.    Kompetensi dasar :
1.4.    Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
C.    Indikator :
?    Mendeskripsikan makna semangat kebangsaan
?    Menguraikan macam-macam perwujudan nasionalisme dalam  kehidupan
?    Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan
?    Menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia

D.    Materi Pokok :
?    Negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
?    Semangat kebangsaan
?    Makna nasionalisme
?    Makna patriotisme
?    Macam-macam perwujudan nasionalisme dalam  kehidupan
?    Tata cara penerapan nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan

E.    Pendekatan :
?    Dilihat dari proses (Siswa aktif)
?    Dilihat dari materi (Contextual Teaching and Learning (CTL)

F.    Strategi :
?    Pembelajaran dengan kerjasama kelompok     (cooperatif learning)

G.    Metode :
?    Investigasi kelompok (group investigation ) dan pencapaian konsep  dengan proses sebagai berikut:
?    Pemberian tugas kelompok
?    Diskusi kelompok
H.    Langkah-langkah :

?    Kegiatan Awal (10’)
?    Guru menginformasikan K.D., indikator dan deskripsi metode belajar yang akan diterapkan
?    Siswa menanggapi wacana yang telah disiapkan guru,  berhubungan dengan materi yang akan dipelajari
?    pretes untuk penjajagan

?    Kegiatan Inti  (60’)
?    Siswa duduk menurut kelompoknya (sebelumnya sudah disusun–misalnya 5 kelompok–dengan anggota tetap, pada setiap kelompok memiliki komposisi heterogen)
?    Masing-masing kelompok menerima tugas dari guru dengan materi yang berbeda-beda.
?    Diskusi kelompok
?    Presentasi kelompok, secara berturut-turut dari kelompok yang mendapat materi pertama hingga kelima, kelompok lain menanggapi hingga selesai
?    Guru memberi pengarahan/penguatan/arahan jika diperlukan pada akhir setiap presentasi

?    Penutup (20’)
?    Siswa diajak untuk menyimpulkan hasil belajar (sesuai indicator)
?    Refleksi dikaitkan kehidupan nyata (misal: diajak berdiri di tempat, pejam mata, tanya pada hati apa yang akan dilakukan untuk memperkuat semangat berbangsa dan bernegara)
?    Postest
?    Tugas

I.    Sumber dan Media Belajar
?    Sumber Belajar : (segala sumber yang dapat digunakan siswa agar terjadi perilaku belajar? pesan, orang, bahan, alat, teknik/prosedur, dan latar)
?    Buku :
•    Darji Darmo-diharjo, (1990), Pendidiikan Pancasila di Perguruan Tinggi, Malang: Penerbit IKIP Malang
•    Budiyanto,(1999) Tata negara untuk SMA, Jakarta  Penerbit Erlangga
•    Tim Penyusun, Pendidikan Kewarganegaraan X, Cempaka Putih (2006)
•    Anhar Gonggong, (2002), Nasionalisme Sebuah Kajian Sejarah (makalah sarasehan antar generasi), Departemen Sosial, Jakarta
•    Hans Khon, (1961) Nasionalisme Arti dan Sejarahnya, Jakarta P.T. Pembangunan, Jakarta
•    Ringkasan materi kewarganegaraan [untuk kalangan sendiri]
?    Surat kabar, hasil wawancara bebas, atau sumber lain yang tersedia
?    Internet

?    Media Belajar: (segala sesuatu yang direncanakan dan digunakan untuk mengirim pesan kepada penerima pesan secara efektif shg memiliki daya retensi tinggi)
?    Proses terjadinya negara
?    Informasi tentang bentuk-bentuk kenegaraan

J.    Penilaian
1.    Nontes berupa lembar penilaian observasi perilaku siswa dalam pelaksanaan diskusi (lampiran I)
2.    Tes

Mengetahui                        Salatiga,     Juli 2007
Kepala sekolah                        Guru Mata Pelajaran,

Drs. Purwanto                        Masnun Suaedi, S Pd
NIP. 131276172                        NIP. 132191731

Lampiran I: Lembar Observasi

Mata Pelajaran       : Pend. Kewarganegaraan        Semeter/TP    : Ganjil /
Pertemuan ke-    : 4 (empat)                SK / K.D. ke    : 1  /  1.4
Tanggal           : ……………………            Kelas/Prog     : X

Catatan selama KBM:
……………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………….

Keterangan:
Nilai  pengamatan maksimum = 3
Nilai pengamatan ;  3 = sering ;   2 = kadang-kadang;   1 = Tidak pernah
Nilai akhir = (skor perolehan / skor maksimum) x 100
Nilai akhir (sebutan) berdasarkan pada skala berikut:
81 – 100   = A
61 –   80   = B
41 –   60   = C
21 –   40   = D
0  –   20   = E

Salatiga, ……………………….
Guru Mata Pelajaran

Masnun Suaedi, S.Pd
NIP. 132191731

——————————————————————————————————————-

Posted in Perangkat Pembelajaran | Tinggalkan komentar

SOSIALISASI PEMILU 2009 PERLU DUKUNGAN SEMUA PIHAK

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2009, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Moh. Nuh mengundang semua stake holder penyiaran, Information Technology (IT), Operator seluler serta kalangan media cetak dalam acara silaturahmi yang berlangsung di kantor Indosat, Jl. Medan Merdeka Barat No.21, Jakarta, Selasa (10/2).

Menkominfo Moh. Nuh dalam pengarahannya antara lain mengajak seluruh stakeholder penyiaran, media cetak, IT, serta Operator Seluler untuk berpartisipasi menyukseskan Pemilu 2009 khususnya dalam sosialisasi tatacara pemberian suara.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dra. Endang Sulastri, M.Si dan Sri Nuryanti, S.IP, MA yang mewakili Ketua KPU dalam kesempatan tersebut terlebih dahulu menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada kalangan media khususnya media elektronik yang telah mendukung
penayangan penyiaran iklan layanan masyarakat/PSA (Public Service Announcement) KPU secara cuma-cuma. Dalam kaitan ini diharapkan media massa baik cetak maupun elektronik dapat terus memberikan dukungan untuk suksesnya tahapan Pemilu 2009 selanjutnya.
Kepada seluruh media cetak dan elektronik, KPU mengharapkan kontribusi dan dukungannya, khususnya yang sangat diharapkan adalah dalam hal pemberitahuan atau informasi tentang hitung mundur berapa hari lagi Pemilu dan informasi tentang hari Pemungutan Suara (Kamis, 9 April 2009). Selain itu kepada para operator telepon seluler diharapkan kiranya lagu mars Pemilu dapat dijadikan sebagai nada panggil pribadi bagi pemilik tetelpon seluler serta pesan singkat (sms) yang mengingatkan cara penandaan (mencontreng) serta hari pemungutan suara. Di hadapan sekitar 100 peserta yang memenuhi ruang pertemuan gedung Indosat tersebut, Endang Sulastri antara lain memaparkan tentang strategi sosialisasi Pemilu 2009 yang meliputi komunikasi media cetak dan elektronik, komunikasi tatap muka dan mobilisasi sosial yang secara terus menerus dilakukan KPU dan jajarannya. Menurut Endang Sulastri, hal itu memang tidak mudah mengingat begitu luasnya negara kita secara geografis dengan strata masyarakat yang begitu heterogen baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial dan lain-lain. “Karena itu perlu sosialisasi yang intesif dari semua pihak bagi suksesnya Pemilu 2009,” demikian Endang Sulastri. Pertemuan yang digelar dalam bentuk Breakfast Meeting tersebut antara lain dihadiri oleh Direktur Utama Indosat sebagai tuan rumah, pejabat eselon I dan II Depkominfo dan Depdagri, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers, PWI, Komisi Penyiaran Indonesia, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) yang diwakili Pong Harjatmo serta para undangan lainnya. Pertemuan ini merupakan usulan dari KPU yang merupakan satu bentuk strategi mobilisasi sosial dalam sosialisasi Pemilu, yang difasilitasi dan didukung penuh oleh Depkominfo
http://www.kpu.go.id
Posted in Informasi | Tinggalkan komentar

Sistem Hukum dan Peradilan Nasional

A. PENGERTIAN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL

A.1. NILAI DAN NORMA

Manusia sejak lahir sampai meninggal dunia hidup diantara manusia yang lain. Dalam kehidupan bersama tersebut manusia membutuhkan seperangkat nilai dan norma sebagai panutannya.

Nilai dan norma bagi suatu kelompok masyarakat sangat dijunjung tinggi dan dianggap kultur budaya yang bisa membuktikan suatu masyarakat itu beradab atau tidak. Nilai juga memiliki arti sebagai perasaan identitas suatu bangsa, bahkan sangat dijunjung tinggi dan dianggap sebagai kultur budaya yang perlu dilestarikan.

A.1.1. NILAI

Nilai atau value berasal dari bahasa Latin valare yang secara harafiah bermakna baik atau kuat. Dari pengertian dasar tersebut kemudian diperluas maknanya menjadi segala sesuatu yang disenangi, yang diinginkan atau disepakati yang baik, dicita-citakan, diinginkan, dan dianggap penting dalam hidup.

Nilai terbentuk dari apa yang benar, pantas, dan luhur. Nilai bukan keinginan melainkan apa yang diinginkan. Nilai ersifat subyektif dan relatif karena apa yang dianggap benar belum tentu dianggap oleh masyarakat sebagai nilai. Nilai pada suatu masyarakat tertentu belum tentu idnaggap nilai bagi masyarakat lainnya.

Macam-macam nilai :

1. Prof. Notonegoro

a. Nilai Materiil, adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia yang bisa berupa benda.

b. Nilai Vital, adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan segala kegiatan atau aktivitas.

c. Nilai Kerohanian, adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia yang meliputi :

i. Nilai Kebenaran, yaitu kenyataan yang bersumber pada akal manusia (rasio, akal, budi, dan cipta).

ii. Nilai Keindahan, yaitu nilai yang bersumber pada perasaan manusia (estetika).

iii. Nilai Moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak atau kemauan (karsa, etika).

iv. Nilai Religius, yaitu nilai Ketuhanan yang tertinggi yang sifatnya mutlak dan abadi.

2. Walter G. Everett

a. Nilai-nilai Ekonomi, yaitu nilai yang berhubungan dengan suatu sistem ekonomi, nilai yang mengikuti harga pasar.

b. Nilai-nilai Rekreasi, yaitu nilai yang memberikan kesejahteraan dan kesegaran jasmani, rohani dan nilai permainan.

c. Nilai-nilai Perserikatan, yaitu nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia, persahabatan, kehidupan keluarga sampai dengan hubungan internasional.

d. Nilai-nilai Kerjasama , yaitu nilai yang meliputi pengetahuan dari pencarian kebenaran.

e. Nilai-nilai Watak, yaitu nilai yang meliputi sifat pribadi manusia dalam menjaga hubungan sosialnya, termasuk rasa keadilan, kesediaan menolong, mengontrol emosi, dan lain sebagainya.

3. Kluckhohn

a. Nilai mengenai hakikat hidup manusia

b. Nilai mengenai hakikat karya manusia

c. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu

d. Nilai mengenai hakikat manusia dalam hubungannya dengan dengan alam

e. Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya

A.1.2. NORMA

Nilai dan norma memiliki hubungan yang sangat erat. Bila nilai merupakan suatu yang diinginkan, dicita-citakan dan suatu yang dianggap penting, maka norma merupakan kaidah atau aturan di dalam berbuat yang telah dibenarkan atau disetujui menjadi suatu cita-cita.

Norma yang ada dalam masyarakat memiliki daya ikat yang berbeda-beda; ada yang daya ikatnya lemah, sedang, dan kuat. Untuk membedakannya dikenal 4 (empat) pengertian norma yaitu :

1. Cara (usage)

adalah suatu norma yang ikatannya kurang kuat, tidak ada sanksi yang mengikat, hanyalah sebuah celaan atau teguran.

Contohnya : cara makan dengan berkecap atau minum dengan mengeluarkan bunyi sebagai tanda kepuasan biasanya dianggap tidak sopan.

2. Kebiasaan (folkways)

adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Kebiasaan memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari pada cara.

Contohnya : kebiasaan menghormati orang tua, setiap penyimpangan yang dilakukan, maka setiap orang akan menyalahkannya.

3. Tata kelakuan (mores)

Mencerminkan sifat hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas oleh masyarakat anggotanya. Di satu pihak tata kelakuan memaksakan suatu perbuatan, tetapi di pihak lain merupakan suatu larangan untuk tidak dilakukan.

Contohnya : orang yang melakukan kejahatan bisa dihukum agar ia dapat menyesuaikan dengan tata kelakuan yang berlaku di masyarakat.

4. Adat istiadat (costum)

Tata kelakuan yang kekal berlaku terus menerus menjadi pola perilaku masyarakat yang mengikat menjadi adat istiadat. Jika pola perilaku itu dilanggar, maka akan dikenakan sanksi yang berat.

Macam-macam norma :

1. Norma Agama

Norma agama adalah peraturan hidup yang berisi perintah dan larangan dn anjuran yang datangnya dari Tuhan. Pada umumnya norma agama bersifat universal berlaku bagi seluruh umat manusia. Sanksinya tidak nyata dan berasal dari Tuhan yang sering disebut dengan dosa.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan berasal dari batin atau hati nurani manusia dan bersandar pada nilai suatu kebudayaan. Norma kesusilaan dianggap sebagai aturan yang datang dari hati sanubari, berupa bisikan kalbu yang diyakini sebagai pedoman dalam bersikap dan berbuat. Misalnya : apabila kita hendak berbuat baik terhadap semua orang, maka terlebih dahulu harus berbuat jujur.

Norma kesusilaan ini bersifat universal, mendasar bagi seluruh umat manusia. Sanksi dari norma ini berupa penyesalan atau rasa bersalah.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia dan dianggap sebagai tuntunan dalam pergaulan sehari-hari. Peraturan hidup ini dijadikan pedoman dalam bertingkah laku bagi manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya dan berlaku bagi sekelompok masyarakat. Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan berupa ejekan, cemoohan, dikucilkan dalam masyarakat, dan sebagainya.

4. Norma Adat

Norma adat merupakan norma dimana tindakan manusia didasarkan pada kebiasaan yang dilakukan tanpa pikir panjang dan biasanya orang melakukan dengan sendirinya. Norma adat bisa berubah karena perkembangan jaman, perbedaan wilayah, dan sebagainya.

Contohnya : ada kebiasaan orang makan dengan tangan, menggunakan stik, menggunakan pisau, menggunakan sendok-garpu. Makanan pokok orang Indonesia mayoritas adalah nasi, sehingga tidak bisa bila diganti dengan roti, karena bila makan roti, merasa belum makan karena tidak kenyang.

5. Norma Hukum

Norma hukum adalah aturan tertulis dan tidak tertulis yang berisi perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan jika dilanggar akan mendapat sanksi yang tegas. Semua norma yang ada dalam masyarakat yang bertujuan untuk membina ketertiban, akan tetapi belum menjamin semua norma itu diindahkan oleh masyarakat. Norma hukum satu-satunya norma yang memiliki daya ikat yang kuat yaitu sanksi yang tegas, sehingga ketertiban dalam masyarakat akan terwujud dan lebih terjamin.

Posted in Kelas X PKn, Materi Pelajaran | Tinggalkan komentar

Internet

PERANGKAT KERAS UNTUK MENGAKSES INTERNET

· Jaringan

1. PENGERTIAN JARINGAN

Jaringan komputer adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung ke informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna dapat saling bertukar dokumen dan data.

Kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dengan jaringan disebut dengan node.

2. JENIS-JENIS JARINGAN

a. LAN (Local Area Network), yaitu jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil

b. MAN (Metropolitan Area Network), yaitu jaringan yang menghubungkan beberapa buah jaringankecil ke dalam lingkungan area yang lebih luas, biasanya dalam satu propinsi.

c. WAN (Wide Area Network), yaitu jaringan yang lebih luas lagi yang menggunakan satelit atau kabel bawah laut yang meliputi antarnegara dan benua.

d. Internet, yaitu kumpulan jaringan yang menggunakan perangkat keras dan lunak yang berbeda-beda yang terinterkoneksi. Karena perangkat yang berbeda-beda, maka diperlukan sebuah mesin yang disebut dengan geteway

Jaringan tanpa kabel, yaitu komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

· Sejarah Perkembangan Internet

o Asal Mula Internet

1969

Internet dikembangkan dengan nama ARPANet oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat

1977

Lebih dari 100 komputer mini terkoneksi ke ARPANet

1980

ARPANet dibagi menjadi 2 jaringan, yaitu ARPANet dan Milnet

1986

Dibentuk NSFNET yang mulai menggantikan ARPANet

1990

ARPANet dibubarkan

o Perkembangan Internet di Indonesia

1986-1987

Tulisan-tulisan awal Internet di Indonesia datang dari kegiatan amatir radio, terutama Amatir Radio Club (ARC) ITB Bandung

1989-1990

Berawal dari mailing list pertama yaitu indonesian@janus.berkeley.edu yang akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia

1992-1994

Teknologi packet radio TCP/IP yang diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet.

AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) menggunakan IP pertama yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132

1994-1995

Mulai beroperasi IPS komersial pertama IndoNet. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet.

Sejak tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia dengan Top Level Domain ID (TLD ID) primer yang dibangun di server UUNET, lalu dilanjutkan dengan domain tingkat dua (Second Level Domain).

ISP pertama di Indonesia adalah IPTEKnet yang terhubung ke Internet dengan kapasitas bandwidth 64 Kbps.

· Perangkat Keras Komputer

a. File server, merupakan jantungnya jaringan, karena merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk dengan kapasitas besar dan dengan kartu jaringan yang cepat. Tugasnya mengontrol komunikasi dan informasi di antara node/komponen dalam satu jaringan, mengelola pengiriman file database, mengolah kata dari salash satu node ke node yang lain, menerima e-mail, menyimpan dan membagi informasi secara cepat.

b. Workstations, adalah keseluruhan komputer yang terhubung ke file server dalam jaringan.

c. Network interface cards (NIC), merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antarkomputer, antara lain :

· Ethernet card /kartu jaringan ethernet

· LocalTalk connectors / konektor LocalTalk

· Token Ring cards

d. Concentrators/ hubs, adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server, atau perangkat lain.

e. Repeaters, yaitu alat sederhan yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya.

f. Bridges /jembatan, adalah sebuah perangkat yang membagi satu buah jaringan ke dalam dua buah jaringan agar lebih efisien.

g. Routers, berfungsi mengartikan informasi dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Router hampir sama dengan bridge.

· Protokol

Adalah aturan main yang mengatur komunikasi di antara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan. Protokol yang dikenal adalah sebagai berikut :

o Ethernet

Protokol Ethernet yang paling banyak digunakan, dengan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Sistem ini menjelaskan bahwa setiap komputer terhubung dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu kedalamnya.

o LocalTalk

Adalah sebuah protokol network yang dikembangkan oleh Apple Computer Inc. Untuk mesin-mesin komputer Macintosh, metode yang digunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance)

o Token Ring

Dikembangkan oleh IBM pada tahun 1980. Metode aksesnya melalui sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti cincin. Sebuah sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari sebuah komputer menuju komputer beikutnya.

o FDDI

Fiber Distributed Data Intercafe (FDDI) adalah sebuah protokol jaringan yang menghubungkan antar dua atau lebih jaringan bahkan pada jarak yang jauh. Metode akses yang digunakan oleh FDDI adalah model token. FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi biasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah ditemukan, akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua.

o ATM

Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalsh sebuah protokol jaringan yang mentransmisikan pada kecepatan 155 Mbps atau lebih. ATM mentransmisikan data ke dalam satu paket dimana pada protokol yang lain mentransfer pada besar-kecilnya paket.

Protokol yang dipakai

Kabel yang digunakan

Kecepatan transfer

Topologi fisik

Ethernet

Twisted pair, koaksial, fiber

10 Mbps

Linear bus, star, tree

Fasr Ethernet

Twisted pair, fiber

100 Mbps

Star

LocalTalk

Twisted pair

0,23 Mbps

Linear bus or star

Token ring

Twisted pair

4 – 16 Mbps

Star-Wired ring

FDDI

Fiber

100 Mbps

Dual ring

ATM

Twisted pair, fiber

155 – 2488 Mbps

Linear bus, star, tree

· Perangkat keras dan Fungsinya untuk Akses Internet

o Modem Dial-up

Modulator demodulator (modem) berfungsi mengubah gelombang analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya mengubah sinyal digital menjadi gelombang analog dari kabel telepon sehingga komputer dapat terkoneksi dengan Internet. Komputer bekerja hanya mengenal bilangan digital, sedangkan gelombang jaringan telepon adalah gelombang analog.

Modem terbagi menjadi 2 yaitu modem internal dan eksternal.

Selain itu ada juga model ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line). Pengguna ADSL diharuskan mendaftar terlebih dahulu ke ISP (Internet Service Provider)

o Line Telepon

o TV Kabel

o ISDN (Integrated System Digital Network)

o Satelit

· Domain Name system (DNS)

Domain name adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer, seperti web browser atau e-mail serverdi jaringan komputer atau Internet. Domain berfungsi untuk mempermudah pengguna Internet untuk melakukan akses ke server dan mengingat server yang dikunjungi, dibandingkan harus mengenal deretan nomor /IP address. Contoh nama domain adalah wikipedia.org dan yahoo.com

Komputer yang terhubung dengan jaringan Internet memiliki nomor unik untuk dapat berkomunikasi satu dengan lainnya yang dikenal dengan protokol, yaitu protokol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol).

TCP/IP tersusun atas 32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen dan tiap segmen terdiri atas 8 bit yang dipisahkan oleh titik. Angka yang diisikan antara 0.0.0.0 sampai dengan 255.255.255.255.

Top Level Domain

§ gTLD (generic Top Level Domain) yaitu domain yang terdiri ats berbagai jenis domain umum.

gTLD

Penggunaan

com

komersial

net

penyedia jasa jaringan internet

org

organisasi nonkomersial

info

situs informasi

biz

bisnis

coop

kalangan koperasi

aero

maskapai penerbangan

museum

museum

name

domain individu

pro

kalangan profesional

edu

lembaga pendidikan Amerika

gov

lembaga pemerintahan Amerika Serikat

int

organisasi internasional

mil

kemiliteran Amerika Serikat

§ ccTLD (country code Top Level Domain) yaitu domain yang digunakan berdasarkan geografis dari suatu negara.s

ccTLD

Negara

id

Indonesia

my

Malaysia

fr

Perancis

sg

Singapura

uk

Inggris

ru

Rusia

us

Amerika Serikat

jp

Jepang

Second Level Domain

Second Level Domain

Penggunaan

co.id

Untuk badan usaha komersial yang berbadan hukum

go.id

Untuk lembaga pemerintahan di Indonesia

ac.id

Untuk lembaga pendidikan yang sekurang-kurangnya memiliki program D1

sch.id

Untuk lembaga pendidikan tingkat sekolah

mil.id

Untuk lembaga militer RI

net.id

Untuk perusahaan penyelenggara jasa Internet

or.id

Untuk berbagai jenis organisasi yang tidak termasuk dalam domain diatas

web.id

Untuk badan usaha atau organisasi yang melakukan kegiatan dalam world wide web (www)

Third Level Domain

Adalah domain yang ada pada level tiga yang diletakkan sebelum second level domain. Contohnya : sma2salatiga.sch.id, domain level tiga adalah sma2salatiga.

· Internet dalam Jaringan Lokal

o Network Interface Card (NIC), yaitu kartu antarmuka jaringan merupakan perangkat penghubung yang dipasang pada setiap komputer. Saat ini PC telah memiliki NIC yang disebut dengan LAN card onboard. Kartu jaringan yang digunakan adalah : ethernet card, localtalk connector dan token ring card

o Hub / Konsentrator, berfungsi untuk menyatukan kabel-kabel network dari setiap komputer client, server dan perangkat lainnya.

o Kabel , berfungsi menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya.

o Konektor yang digunakan untuk membuat jaringan adalah konektor RJ-45

o Router, berfungsi untuk menghubungkan jaringan LAN dengan Internet dalam merutekan transmisi antara keduanya.

Beda MODEM dan ROUTER

MODEM

ROUTER

Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya

Tidak mengubah sinyal, tetapi menghubungkan jaringan LAN dengan modem Internet dalam mentransmisikan data

Mengakses Internet secara langsung

Alat tambahan yang membantu proses akses Internet

Mengakses IP address dan DNS Server dari ISP

Mengakses IP address dari modem

· Badan Pengatur Standar Internet

o Internet Society (ISOC), dengan tugas dan fungsi bertanggung jawab dal teknologi Internet dan aplikasi-aplikasi yang ada di Internet

o Internet Architecture Board (IAB), bertanggung jawab dlam penilaian yang terlaksana dan menentukan standar akhir Internet

o Internet Engineering Task Force (IETF), memiliki tugas dan fungsi membentuk standar Internet

o Internet Research Task force (IRTF), bertugas melakukan riset-riset untuk jangka panjang

Posted in Kelas XI TIK, Materi Pelajaran | Tinggalkan komentar

Hakikat Bangsa dan Negara

A.    HAKIKAT BANGSA DAN UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA

A.1.    KEDUDUKAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

A.1.1.    Manusia sebagai Makhluk Individu
Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial. Sebagai makhluk individu manusia selalu selalu berbeda dengan orang lain, dan tidak ada seorangpun yang benar-benar sama. Hal ini bisa kita lihat pada saat polisi mengembangkan sidik jari sebagai cara mengidentifikasi pelaku kejahatan. Manusia sebagai makhluk individu adalah makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa yang terdiri dari jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisahkan, yang diberi potensi, akal, pikiran, dan perasaan sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Pada dasarnya manusia sebagai makhluk individu adalah suatu pribadi yang terdiri dari jiwa dan raga yang merupakan suatu organisasi yang memiliki kemampuan dan berusaha memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan untuk melangsungkan hidup dan kehidupannya.

A.1.2.    Manusia sebagai Makhluk Sosial
Di dalam kehidupan, manusia mempunyai keinginan untuk bergaul, berkumpul, dan manusia memiliki kebutuhan yang bermacam-macam yang tidak mungkin dapat dipenuhi sendiri. Oleh karena itu manusia membutuhkan orang lain untuk mencapai apa yang diinginkan dan yang menjadi tujuan hidupnya dan itulah yang sering disebut dengan manusia sebagai makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki keinginan untuk hidup bermasyarakat. Hal ini disebabkan manusia mempunyai akal dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia mempunyai kemampuan  untuk hidup berinteraksi, berkomunikasi, dan berkelompok dengan manusia lain yang sering disebut dengan Zoon Politicon.
Manusia akan bergabung dengan manusia lain untuk membentuk kelompok-kelompok dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beraneka ragam, dan bertingkat.

Abraham Maslow berpendapat bahwa tingkatan kebutuhan hidup manusia antara lain :
•    Kebutuhan hidup fisiologis, kebutuhan fisik manusia yang harus dipenuhi untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya, seperti makan dan minum.
•    Kebutuhan rasa aman, kebutuhan tiap-tiap individu agar dapat hidup tenang dan terhindar dari perasaan-perasaan cemas dan khawatir. Salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan negara adalah dapat menciptakan rasa aman bagi warga negaranya. Mayoritas masyarakat awam tidak pernah memikirkan keadaan negara dan bangsanya, tetapi apabila tercipta rasa aman, maka dianggap pemerintah tersebut berhasil dalam menjalankan tugasnya.
•    Kebutuhan kasih sayang, manusia selalu ingin dikasihi dan disayangi orang lain, selalu ingin bersama dengan orang lain dalam menjalankan kehidupan sehingga tercipta lingkungan keluarga yang harmonis dan serasi.
•    Kebutuhan akan penghargaan diri, manusia selalu menginginkan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan yang ia miliki. Penghargaan ini sangat penting, karena berkaitan dengan kemampuan seseorang yang tidak semua orang memiliki kemampuan tersebut. Oleh karena itu perlunya perlindungan dan penghargaan terhadap orang lain, termasuk hasil karyanya.
•    Kebutuhan akan aktualisasi diri, manusia selalu berkeinginan untuk menunjukkan jati dirinya dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Individu manusia akan selalu berusaha untuk menjadikan dirinya diakui oleh orang lain dan berguna bagi orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.

A.2.    PENGERTIAN BANGSA

Bangsa dapat diartikan sebagai sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan sejarah, kesamaan bahasa, kesamaan dalam budaya, kesamaan berbagai suku bangsa, kesamaan dalam agama. Faktor-faktor tersebut mendorong terbentuknya persatuan nasional dan identitas nasional yang kuat. Pada kenyataannya perlu dicatat bahwa faktor-faktor tersebut diatas tidak cukup untuk menjamin persatuan dan kesatuan bangsa, sedangkan di pihak lain perbedaan-perbedaan dalam faktor tersebut tidak menutup kemungkinan untuk berkembangnya rasa persatuan yag kokoh. Sebagai contoh : Swiss memiliki 4 bahasa, India memiliki 16 bahasa resmi, sedangkan Inggris dan Amerika Serikat mempunyai bahasa yang sama, tetapi merupakan dua bangsa dan 2 negara yang terpisah. Meskipun demikian keanekaragaman tersebut tidak menciptakan perpecahan, bahkan dapat mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengertian bangsa mengalami perkembangan, yaitu bangsa dalam arti sosiologis dan bangsa dalam arti politis

•    Bangsa dalam arti sosiologis, adalah sekelompok paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan senasib sepenanggungan di dalam suatu negara. Bangsa merupakan persatuan hidup yang berdiri sendiri dari masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut terikat oleh satu kesatuan ras, agama, adat istiadat, sejarah, dan lain sebagainya.

•    Bangsa dalam arti politis, adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya. Bangsa yang dimaksudkan adalah bangsa yang sudah bernegara dan tunduk pada kekuasaan negara yang bersangkutan yang diikat oleh organisasi kekuasaan yang disebut dengan negara dan pemerintah, serta diikat oleh satu kesatuan hukum dan perundang-undangan.

Berikut ini akan kita kemukakan pandangan tentang pengertian bangsa dari beberapa pakar negarawan, antara lain :

1)    ERNEST RENAN
Ia adalah guru besar bangsa Perancis yang menyatakan bahwa bangsa adalah soal perasaan dan soal kehendak untuk hidup bersama. Kehendak untuk hidup bersama disebabkan terutam karena memiliki penderitaan-penderitaan dan nasib yang sama. Jadi bangsa adalah sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita serta terikat oleh tanah air yang sama.

2)    F. RATZEL
Bangsa terbentuk karena adanya hasrat untuk bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antarmanusia dan tempat tinggalnya (faham geopolitik).

3)    HANS KOHN
Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak. Persamaan ras, bahasa, adat-istiadat dan agama kadang-kadang merupakan faktor obyektif yang menjadi ciri khas bangsa dan faktor yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain.

4)    OTTO BAUER
Bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki persamaan karakter dan tumbuh karena persamaan sejarah.

5)    STALIN
Bangsa bukanlah suatu ras dan bukan pula karena kesatuan suku bangsa melainkan umat yang terbentuk secara historis.

6)    JACOBSEN dan LIPMAN
Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan politik (political unity).

Posted in Kelas X PKn | Tinggalkan komentar